Blog Membahas Tentang Dunia Peternakan

Amoniasi Jerami

Share on :
Amoniasi Jerami

            Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas jerami sabagai pakan ternak ruminansia adalah dengan perlakuan kimiawi, misalkan dengan menambahkan NaOH ataupun urea. Dalam pelaksanaannya penambahan NaOH jarang dilakukan karena sifat alkali yang cukup kuat, sehingga harus sangat hati – hati dalam penggunaanya karena dapat melukai pengelolanya. Penambahan urea selain mudah bahan juga baku mudah didapatkan. Penggunaan urea untuk meningkatkan kualitas jerami sebagai pakan ternak ruminansia lebih dikenal dengan istilah amoniasi jerami.


Amoniak akan berperansebagai:
  1. Menghidrolisa ikatan lignin –sellulosa
  2. Menghancurkan lignin sellulosa juga melarutkan sebagian silikat
  3. Memuaikan atau mengembangkan serat sellulosa sehingga memudahkan penetralisi  enzim sellulosa
  4. Berkat adanya fiksasi nitrogen maka kandungan protein kasar akan meningkat.
Yang dimaksud jerami bukan hanya jerami padi tetapi semua limbah pertanian yang sudah berumur tua, seperti jerami jagung, jerami kacang kedelai, jerami kacang tanah dll. Jadi kita tidak hanya terpaku pada jerami padi, tetapi bisa juga membuat amoniasi jerami jagung yang selama ini hanya dibakar begitu saja. Untuk membuat amoniasi dari jerami batang jagung sebaiknya batang jagung di cacah terlebih dahulu agar lebih mudah dalam proses penyimpannanya.
            Berikut ini cara membuat amoniasi jerami:
1.  Cara Basah
  Bahan-bahan :
            15 kg jerami kering udara
            870 gram urea (sekitar 5 – 6% dari jerami yang dipakai)
            5 liter air
  Peralatan :
            2 lembar kantong plastik ukuran 100 x 150 cm yang cukup tebal.
            1 buah ember
            1 timbangan
            1 alat pengaduk
Langkah kerja
  Kantong plastik langsung dilapis dua dengan cara memasukan lembar pertama ke dalam lembar kedua. Maksudnya merangkap plastik ini adalah agar lebih kuat dan menghindarkan bocor.
  Larutkan 870 gram urea ke dalam ember yang berisi 5 liter air dengan cara diaduk sampai benar-benar larut hingga tidak ada lagi butir-butir urea yang terlihat.
  Percikan larutan urea tersebut keatas jerami secara merata hingga air habis.
  Masukan jerami yang telah dipercik larutan urea dalam kamtong plastik yang telah disiapkan, padatkan dengan hati – hati agar kantong plastik tidak sampai sobek.
  Tutup dahulu kantong plastik lapis dalam dengan cara mengikat bagian atasnya, kemudian baru kantong plastik bagian luarnya. Kantong plastik ini dapat disimpan di tempat yang telah disediakan dan cukup aman. Kantong plastik jangan sampai bocor agar gas amoniak yang dihasilkan tidak keluar.
  Setelah satu bulan kantong plastik dapat dibuka, ketika membuka plastik harus hati-hati karena selama proses amoniasi ini terjadi pembentukan gas, sehingga ketika plastik tersebut dibuka gas akan keluar dan dapat menyebabkan pedih di mata. Jerami hasil amoniasi kemudian diambil lalu diangin-anginkan selama dua hari sebelum diberikan kepada ternak.
  Selain menggunakan kantong plastik dapat pula menggunakan drum atau wadah lain yang penting dapat ditutup rapat dan kedap udara.


2.  Cara Kering
  Bahan-bahan :
            100 kg jerami padi kering udara
            3-4 kg urea 
  Peralatan :
            Lembaran plastik dengan ketebalan 0,4 cm
            Timbangan
            Kayu untuk mengemas jerami padi
Cara Kerja
  Jerami yang sudah terpilih dan ditimbang diikat dengan tali yang terbuat dari bambu, setelah itu dikemas supaya mudah dalam penanganannya.
  Taburi urea secara merata pada setiap ikatan/bal jerami.
  Setelah merata bungkus dengan palstik secara rapat agar tidak ada udara yang masuk/an aerob.

  Simpan di tempat yang teduh dan tidak kena hujan/air. Sebaiknya di atas plastik pembungkus ini diberi beban agar ada tekanan ke bawah, sehingga gas amoniak yang terbentuk dimanfaatkan oleh jerami. Lama proses amoniasi selama satu bulan.
  Setelah satu bulan jerami olahan dapat dibuka, hasil yang baik ditandai dengan bau amoniak yang menyengat, oleh karena itu hati-hati ketika membuka karena dapat menyebabkan mata pedih dan sesak nafas.
Setelah bau yang menyegat berkurang pindahkan ke ruang penyimpanan. Simpan di tempat yang beratap dan tidak kena hujan. Perhatikan ventilasi gudang penyimpanan udara harus bebas mengalir

Menyimpan Jerami Amoniasi
  Jerami amoniasi cara basah dengan kantong plastik, drum, maupun silo dalam tanah sebagian besar terutama di bagian bawah sangat lembab bahkan basah. Jerami ini setelah diangin-anginkan selama 2 atau 3 hari masih tetap basah. Jerami lembab ini sebaiknya langsung diberikan kepada ternak dan harus habis dalam jangka waktu satu minggu.
  Pada daerah tertentu terutama dataran tinggi jerami amoniasi yang masih lembab akan menyebabkan tumbuhnya jamur kayu atau jamur putih yang halus pada permukaan jerami amoniasi. Jamurnya sendiri tidak berbahaya untuk ternak, tapi kurang estetik dan bagian permukaan itu agak menurun kualitasnya. Terutama bila jerami tersebut ditumpuk di udara terbuka dan terkena air hujan maka akan terjadi proses pelapukan (dekomposisi).
  Untuk disimpan jangka lama maka jerami amoniasi tersebut harus dijemur dan dikeringkan di panas matahari selama kurang lebih satu minggu hingga kadar air mencapai 20 %. Bila jerami tersebut sudah dijemur dan kering maka dapat disimpan di bawah atap dan tahan 6 bulan sampai satu tahun tanpa adanya penurunan kualitas.

Cara Penyajian Jerami Amoniasi
  Bentuk penyajian
Jerami hasil amoniasi dapat langsung diberikan pada ternak, baik dicincang ataupun diberikan begitu saja.

   Air minum
Pemberian air minum untuk ternak sebaiknya jangan dibatasi, biarkan ternak bebas minum sepuasnya, apalagi yang dibrikan adalah jerami dimana kandungan airnya sedikit.

            Selamat mencoba!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

3 komentar on Amoniasi Jerami :

Anonim mengatakan... 15 Mei 2013 18.06

Sederhana dan mudah dipahami, akan saya coba didaerah saya dimana jerami padi melimpah... Trims (Joni Doi)

Anonim mengatakan... 16 Mei 2013 23.24

mau tanya nih. Kalo sapi hanya diberi pakan jerami padi boleh ga? maksudnya mengganggu kesehatan tidak?? terima kasih (dedi, di NTT)

Anonim mengatakan... 27 Mei 2013 21.42

trim infonya, akan saya coba (roni)