Minggu, 10 November 2013

Konsturksi Kandang Sapi


Pada posting terdahulu sudah dijelaskan bagaimana memilih lokasi untuk membangun atau mendirikan kandang sapi potong, sekarang kita lihat bagaimana membangun dan meletakan kandang sapi jika lokasi sudah ditentukan.

1. Tata letak kandang.
Letak kandang harus lebih tinggi dari linkungan sekitarnya agar tidak tergenang, selain itu juga memudahkan pembuangan limbah cair. Untuk kandang satu baris lebih baik jika kepala sapi menghadap ke timur, walaupun belum ada penelitian akan hal ini tetapi dari pengalaman sapi yang menghadap ke timur hasilnnya akan lebih baik. Jika kandang dua baris maka kandang membujur utara selatan.

2. Konstruksi Kandang
Yang perlu diingat bahwa konstruksi kandang harus kuat agar tidak mudah roboh, bahan yang digunakan murah, sirkulasi udara lancar, mudah dalam pengelolaan ( pemberian pakan maupun pembersihan kotoran dan sisa pakan)

  • Bahan Kandang, bahan untuk konstruksi bisa dari kayu, beton atau besi disesuaikan dengan dana dan ketersediaan di daerah masing masing, setidaknya bahan yang digunakan mampu bertahan 5 sampai 10 tahun.
  • Lantai kandang, tidak boleh licin agar ternak tidak terpelesat. bahan lantai bisa dari beton, papan kayu, atau tanah yang dipadatkan dengan dilapisi jerami kering agar urin mudah terserap. Lantai dibuat miring 2 - 5 %, kemiringan laantai tidak boleh terlalu miring. Jika lantai kandang terlalu miring menyebabkan sapi terpeleset dan cedera, selain itu beban bobot badan sapi akan tertumpu pada kaki belakang yang menyebabkan kuku dan kaki belakang bengkok. contoh kemiringan lantai kandang seperti gambar dibawah ini:




  • Atap Kandang terbuat dari bahan genteng, seng, rumbia, asbes dan lain-lain.Untuk daerah panas (dataran rendah) sebaiknya menggunakan bahan genting sebagai atap kandang. Kemiringan atap untuk bahan genting adalah 30 – 45 % , asbes atau seng sebesar 15 – 20 % dan rumbia atau alang-alang sebesar 25 – 30%, Ketinggian atap untuk dataran rendah 3,5 – 4,5 meter dan dataran tinggi 2,5 – 3,5 meter. Bentuk dan model atap kandang hendaknya menghasilkan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang, sehingga kondisi lingkungan dalam kandang memberikan kenyamanan ternak. Berdasarkan bentuk atap kandang, beberapa model atap yaitu atap monitor, semi monitor, gable dan shade. Model atap untuk daerah dataran tinggi hendaknya menggunakan shade atau gable, sedangkan untuk dataran rendah adalah monitor atau semi monitor. Contoh Model atap kandang seperti gambar dibawah ini:



  • Dinding kandang, bisa terbuat dari papan kayu, beton ataupun bambu. pada daerah dataran tinggi yang cukup dingin dinding dibuat paling tidak setinggi sapi ketika berdiri dan lebih rapat, sedangkan pada daerah dataran rendah yang cukup panas bisa tanpa dinding tetapi cukup pagar pembatas agar sapi tidak keluar kandang.
  • Lorong kandang, pada kandang dua baris lorong kandang merupakan sekat/ antara baris satu dengan lainnya, lorong kandang ini di buat agak lebar (1 -2meter) agar memudahkan mengangkut pakan untuk kandang kepala saling berhadapan (head to head) dan memudahkan pembersihan untuk kandang yang saling membelakangi (tail to tail). Gambar Lorong kandang seperti di bawah ini:


3. Perlengkapan Kandang
Beberapa perlengkapan kandang untuk sapi potong meliiputi : palungan yaitu tempat pakan, tempat minum, saluran darinase, tempat penampungan kotoran, gudang pakan dan peralatan kandang. Disaping itu harus dilengkapi dengan tempat penampungan air yang terletak diatas (tangki air) yang dihubungkan dengan pipa ke seluruh kandang.

  • Palungan merupakan tempat pakan dan tempat minum yang berada didepan ternak, terbuat dari kayu atau tembok dengan ukuran mengikuti lebar kandang. Sedangkan lebar palungan adalah 50cm, dan tinggi bagian luar 60 cm dan bagian dalam sebesar 40cm. Ukuran palungan untuk kandang kelompok adalah mengikuti panjang kandang, dengan proporsi tempat minum yang lebih kecil dari tempat pakan. Berikut contoh gambar tempat pakan.
  • Selokan merupakan saluran pembuangan kotoran dan air kencing yang berada dibelakang kandang ternak individu. Ukuran selokan kandang disesuaikan dengan kondisi kandang dan tujuan pemeliharaan. Ukuran selokan digunakan pada untuk  kandang individu, dengan ukuran lebar 30 – 40 cm dan dalam 5 – 10 cm.
  • Tempat penampungan kotoran atau bak penampungan yang terletak dibelakang kandang, ukuran dan bentuknya disesuikan dengan kondisi lahan dan tipe kandangnya. Pembuangan kotoran dari kandang kelompok dilakukan setiap 3-4 bulan sekali sesuai dengan kebutuhan, berupa bak penampungan limbah padat berupa feces dan berfungsi untuk proses pengeringan dan pembusukan feses menjadi kompos. Untuk limbah cair seperti air kencing dan air sisa pencucian kandang yang bercampur kotoran dapat langsung masuk digester biogas, jika tidak masuk ke digester biogas dapat berupa kolam yang tentunya letaknya lebih rendah daripada kandang.
4. Peralatan Kandang
Beberapa peralatan yang banyak digunakan untuk kandang sapi potong meliputi : sekop untuk membersihkan kotoran, sapu lidi, sikat, tali sapi dan kereta dorong (gerobak).

5. Ukuran Kandang
Untuk kandang individu umumnya berukuran 1,5m dan pandang 2,5 meter. akan tetapi ukuran ini tidaklah baku menyesuaikan besar kecilnya sapi dan status fisiologisnya. Untuk penggemukan sapi timor (sapi bali yang ada di NTT) ukuran kandang bahkan bisa hanya 75 cm, dimana pergerakan sapi dibatasi.

Untuk lebih lengkap file tersebut dapat download di link berikut :
Merancang Kandang Sapi Potong

Cara Mudah Mendeteksi Sapi Bunting

Usaha peternakan sapi di Indonesia didominasi oleh usaha skala rumah tangga dimana kepemilikan ternak hanya 2 sampai lima ekor. Pada kondis...