Sabtu, 15 November 2014

Menetaskan Telur Menggunakan Mesin Tetas Sederhana

Dalam menetaskan telur, ada dua cara yaitu penetasan secara alam dan penetasan secara buatan. Penetasan secara alam yaitu penetasan dengan menggunakan induknya/jenis unggas lain dan penetasan secara buatan yaitu dengan menggunakan alat penetasan atau mesin tetas dan sering pula disebut sebagai incubator. Pada industri-industri pembibitan ternak unggas (breeding farm), biasanya digunakan mesin tetas modern dengan kapasitas yang cukup banyak. Akan tetapi bukan tidak mungkin kita menggunakan mesin tetas sederhana yang dapat dilakukan pada skala rumah tangga.
Keberhasilan dalam penetasan merupakan salah satu faktor yang sangat menunjang dalam usaha pembibitan. Daya tetas yang rendah disertai dengan tingginya angka kematian yang yang disebabkan karena kesalahan operasional alat penetas masih sering terjadi .....
Teknik menetaskan telur dengan mesin tetas sederhana dapat anda  download di link berikut 

Minggu, 26 Oktober 2014

Bakteri Pada Ternak Ayam, Kerugian Ekomi dan Penanggulangannya

           
          Dalam usaha peternakan ternak merupakan alat produksi yang diharapkan dapat memberikan produksi yang tinggi agar keuntungan yang didapat dapat optimal. Untuk dapat menghasilkan produk berupa daging, bulu, susu dan lain sebagainya  ternak sebagai alat produksi harus dikombinasikan dengan lingkungan sebagai faktor produksi lain. Lingkungan dalam hal ini bukan saja area dimana ternak tersebut tatapi segala sesuatu yang mempengaruhi ternak tersebut termasuk pakan, sarana, penyakit, dan manajemen pengelolaan.
            Salah satu ternak yang sangat penting peranannya dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani adalah unggas dalam hal ini ternak ayam. Pada ternak ayam penyakit merupakan faktor yang harus mendapatan perhatian serius. Ayam yang sakit produktivitasnya menurun bahkan dapat menyebabkan kematian serentak yang tentunya sangat merugikan..
            Ternak dikatakan sehat apabila dalam tubuhnya terdapat keadaan seimbang atau harmonis baik dengan lingkungan internalnya maupun lingkungan eksternalnya. Setiap gangguan terhadap fungsi tubuh yang normal dapat dikatakan sebagai penyakit. Untuk dapat mempertahankan kesehatan ayam peternak harus terus menerus menjaga kondisi tubuh ayam dan segala hal yang dapat mengganggu kesehatan ternak dijaga agar tidak masuk dan berkembang dalam peternakan.
            Banyak hal yang dapat menyebabkan ayam sakit baik penyakit infeksi maupun penyakit non infeksi. Penyakit infeksi adalah penyakit  akibat masuknys mikroorganisme maupun parasit dalam tubuh ayam. Bakteri meupakan salah satu penyebab penyakit infeksius pada ayam, kejadian penyakit ini dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu : faktor inang (ternak/ayam), faktor patogen (bakteri) dan faktor lingkungan.
           
Untuk artikel lengkap klik di sini

Selasa, 09 September 2014

Bioteknologi Jerami Padi


BIOTEKNOLOGI JERAMI PADI MELALUI FERMENTASI
SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK RUMINANSIA

1. Bahan Pakan Ternak Ruminansia
Ternak ruminansia (pemamah biak) meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba mempunyai peranan yang sangat strategis bagi kehidupan ekonomi petani di pedesaan. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi ternak perlu diperhatikan melalui pemberian bahan pakan sesuai sesuai kebutuhan hidupnya.
Kandungan gizi makanan ternak sangat tergantung pada bahan hijauan yang diberikan. Hijauan yang diberikan berupa rumput alam rumput lapangan, rumput tanam (rumput unggul), hijauan kacang-kacangan (kaliandra, lamtoro, gamal, turi, d11.), dan hijauan limbah pertanian (batang ubi jalar, jerami padi, jerami kacang­kancangan, d11.). Kandungan protein hijauan kacang-kacangan sebesar 21%, rumput lapangan dan rumput unggul sebesar 10.20%, sedangkan hijauan limbah pertanian (jerami padi) kandungan proteinnya sebesar 3.6%.
Hijauan kering seperti jerami dan hay. Jerami hasil ikutan pertanian seperti padi, jagung, kedelai dan lain-lain berupa batang, daun dan ranting. Jerami merupakan salah satu bahan pakan ternak yang mutunya rendah karena mengandung sellulosa (silika dan lignin) yang sulit ditembus oleh getah pencernaan sehingga menyebabkan kecernaan rendah.
Untuk artikel aelengkapnya klik di sini 

Senin, 11 Agustus 2014

Saat Tepat Mengawinkan Sapi

Seringkali kita mendengar keluhan peternak bahwa sapinya sudah dikawinkan berulang kali akan tetapi tidak bunting, hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor antara lain kelainan saluran reproduksi sapi betina tersebut, penyakit, kualitas semen yang digunakan (mungkin terjadi kerusakan saat penyimpanan) ataupun kualitas pejantan yang dipakai, keterampilan petugas IB, dan tidak kalah penting adalah ketepatan waktu mengawinkan sapi sehingga prosentase kejadian kebuntingan tinggi. Pada postingan ini akan dibahas waktu yang tepat untuk mengawinkan sapi agar prosentase terjadinya kebuntingan tinggi.

1. Umur Berapa  Sapi Dara Ideal dikawinkan Untuk Pertama Kali??
            Pada umur 8 s.d 11 bulan biasanaya sapi betina sudah menunjukan tanda tanda birahi, ini berarti saluran reproduksinya sudah berkembang sempurna dan bila terjadi perkawinan dapat terjadi kebuntingan. Akan tetapi pada umur tersebut tubuhnya belum siap untuk bunting, jika dipaksakan untuk bunting maka perkembangan sapi tersebut tidak akan optimal, selain itu juga dapat menyebabkan kesulitan melahirkan. Waktu ideal untuk mengawinkan sapi dara untukpertama kalinya ketika tubuh sudah siap untuk bunting yaitu sekitar  umur 24 s.d 30 bulan, dengan masa kebuntingan sekitar 285 hari diharapkan ketika umur 3 tahun sapi sudah beranak untuk pertama kalinya.

2. Waktu yang tepat untuk mengawinkan Sapi
            Waktu yang tepat untuk mengawinkan sapi betina adalah ketika sapi tersebut birahi. Birahi adalah suatu keadaan dimana sapi betina mau menerima pejantan untuk melakukan perkawinan, tidak seperti primata tingkat tinggi seperti manusia sapi betina hanya mau menerima pejantan untuk perkawinan hanya ketika birahi saja. Sedangakan untuk pejantan yang normal akan siap melakukan perkawinan kapan saja jika ada betina/induk yang birahi.
            Tanda - tanda sapi birahi sebagai berikut:
a. Perubahan tingkah laku yaitu menjadi gelisah, sering melenguh,saling menaiki, nafsu makan berkurang bahkan bisa hilang sama sekali.

Gambar 1. Saling menaiki sesama salah satu tanda birahi


b. Perubahan Fisik yaitu:

Gambar 2. Selaput mukosa vagina bagian dalam merah


Gambar 3. Vulva Bengkak

Gambar 4. Keluar Lendir Jernih dari Vagina  (Seperti Putih Telur)

Tanda tanda birahi seperti diatas pada sapi biasanya terjadi setiap 19 - 21 hari sekali, dan berlangsung selama 13 - 17 jam. Waktu pengamatan yang baik ketika pagi, siang atau sore hari ketika sapi beristirahat, sedangkan waktu mengawinkan yang ideal adalah sekitar 12 jam setelah tanda birahi awal teramati, artinya jika dipagi hari teramati tanda birahi maka sapi dikawinkan pada sore hari, dan bila teramati birahi pada sore hari maka dikawinkan besok paginya sebelum jam 12. Jika dikawinkan terlalu cepat atau terlalu lambat bukannya tidak akan terjadi kebuntingan, akan tetapi 12 jam setelah tanda awal birahi adalah waktu paling ideal dengan prosentase terjadinya kebuntingan paling .
Untuk lebih lengkapnya anda dapat  download dengan klik link berikut :
menentukan waktu perkawinan ternak sapi

Minggu, 20 April 2014

Kebutuhan Kandang Sapi Potong

Sebelum memulai usaha ternak sapi potong kandang adalah hal penting yang harus disediakan, pada intinya beternak sapi potong terbagi menjadi tiga kelompok yaitu 1). Usaha pembibitan (calf crop), 2). Usaha pembesaran (stocker) dan 3). Usaha penggemukan (Finishing). Kebutuhan kandang untuk tiap usaha tersebut berbeda - beda, berikut ini sedikit ulasan mengenai kebutuhan kandang untuk masing - masing kelompok usaha peternakan sapi potong.

1.      Calf crop atau Pembibitan
Dalam usaha ini target dari usaha adalah menghasilkan pedet, produktivitas dinilai dari jumlah pedet yang dapat dihasilkan dalam satu periode tertentu. Kandang yang dibutuhkan pada usaha pembibitan yaitu :
a.      Kandang Kawin
Pola perkawinan sapi terbagi menjadi perkawinan individu (alami dan Buatan/ IB) dan pola perkawianan kelompok. Pada perkawinan individu  sapi betina ditempatkan dalam kandang individu jika terjadi birahi baru dikawinkan baik secara alami dengan mendatangkan pejantan maupun buatan melalui inseminasi buatan.
Pada pola perkawinan kelompok sapi – sapi betina (induk) dicampur dengan pejantan dalam satu kandang kelompok. Rasio Induk : Pejantan bisa mencapai 20 : 1. Dalam perkawinan kelompok ini sapi sapi dicampur selam 2 s.d 3 bulan dengan harapan apabila pada birahi pertama terlewatkan maka pada birahi kedua atau ke tiga tidak akan terlewatkan lagi.
b.      Kandang Bunting I
Setelah bulan ketiga atau keempat dalam kandang kawin maka sapi –sapi induk di periksa apakah terjadi kebuntingan atau tidak. Bila terjadi kebuntingan dapat dimasukan dalam kandang bunting I, jika tidak terjadi kebuntingan dikembalikan ke kandang kawin. Dalam kandang bunting I sapi sapi induk dipelihara sampai akhir triwulan kedua.
c.       Kandang bunting II dan kandang menyusui
Setelah kebuntingan memasuki triwulan terakhir (ketiga) sapi dimasukan dalam kandang bunting II untuk mempersiapkan kelahiran baik persiapan  kandang maupun pakan. Pakan yang diberikan akan berbeda karena pada akhir masa kebuntingan ini pertumbuhan janin sangat cepat sehingga membutuhkan pakan yang berkualitas lebih baik dibandingkan pada dua triwulan sebelumnya. selain sapi pada akhir fase kebuntingan kandang ini juga dapat difungsikan sebagai kandang menyusui sampai pedet umur tiga bulan, hal ini kerena pakan untuk induk pada fase akhir kebuntingan dan menyusui tidak jauh berbeda.
Setelah pedet berumur tiga bulan induk sapi dan anaknya dapat dimasukan dalam kandang kawin kembali, karena setelah tiga bulan sapi induk biasanya sudah menunjukan tanda birahi kembali dan saluran reproduksinya diharapkan sudah kembali normal sehingga siap untuk dikawinkan kembali. Dengan demikian diharapkan dalam satu tahun seekor induk dapat melahirkan satu kali.
Setealah pedet berumur 5 bulan sudah mulai dilakukan penyapihan  sehingga pedet umur 6 bulan sudah benar benar disapih dari induknya untuk dijual ataupun dibesarkan.
d.      Kandang pejantan
Kandang pejantan berguna untuk memelihara pejantan yang sedang tidak digunakan untuk perkawinan, sewaktu - waktu pejantan juga perlu diistirahatkan untuk menjaga stamina dan libidonya.

2.   Stocker atau Usaha Pembesaran
Target utama usaha ini adalah sapi bibit maupun sapi bakalan yang siap untuk digemukan, kandang yang dibutukan dalam usaha ini adalah:
a.      Kandang koloni I
Dalam kandang ini pedet lepas sapih baik jantan maupun betina dicampur sampai umur 10 bulan s.d 1 th.  Pada saat ini seleksi sapi yang akan dijadikan bibit dan bakalan mulai dapat dilaksanakan.
b.      Kandang koloni II
Pedet yang telah berumur 1 th atau lebih dipisahkan antara yang jantan dan betina hal ini dikarenakan pada umur tersebut sapi sudah mulai menunjukan tanda birahi dan bila terjadi perkawinan dapat terjadi kebuntingan, akan tetapi secara fisik pada umur tersebut belum siap untuk bunting. Sapi berada lam kandang ini sampai umur 2 tahun, setelah umur tersebut saudah harus ditentukan mana sapi yang akan dijadikan calon bibit dan mana yang akan digemukan.

3.   Finishing atau Penggemukan
Target utama usaha ini adalah produksi daging melalui pertambahan bobot badan harian yang tinggi. Pada usaha penggemukan ini sapi dapat ditempatkan dalam kandang individu maupun kandang kelompok dengan pemberian pakan berkualitas baik sehingga pertambahan bobot badanya tinggi. Usaha dapat dilakukan selama 4 s.d 6 bulan tergantung kualitas pakan yang diberikan.

            Selain kebutuhan kandang tersebut untuk semua kelompok usaha membutuhkan kandang jepit yang beguna untuk penanganan (vaksinasi, pengobatan, IB dll) sapi, dan juga kandang karantina/isolasi untuk sapi yang baru datang maupun sapi saapi yang sakit.

            Itulah sedikit gambaran kebutuhan kandang sebelum memulai usaha ternak sapi potong, kebutuhan tersebut tidaklah mutlak, dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan skala usaha yang akan dikembangkan.

Minggu, 10 November 2013

Konsturksi Kandang Sapi


Pada posting terdahulu sudah dijelaskan bagaimana memilih lokasi untuk membangun atau mendirikan kandang sapi potong, sekarang kita lihat bagaimana membangun dan meletakan kandang sapi jika lokasi sudah ditentukan.

1. Tata letak kandang.
Letak kandang harus lebih tinggi dari linkungan sekitarnya agar tidak tergenang, selain itu juga memudahkan pembuangan limbah cair. Untuk kandang satu baris lebih baik jika kepala sapi menghadap ke timur, walaupun belum ada penelitian akan hal ini tetapi dari pengalaman sapi yang menghadap ke timur hasilnnya akan lebih baik. Jika kandang dua baris maka kandang membujur utara selatan.

2. Konstruksi Kandang
Yang perlu diingat bahwa konstruksi kandang harus kuat agar tidak mudah roboh, bahan yang digunakan murah, sirkulasi udara lancar, mudah dalam pengelolaan ( pemberian pakan maupun pembersihan kotoran dan sisa pakan)

  • Bahan Kandang, bahan untuk konstruksi bisa dari kayu, beton atau besi disesuaikan dengan dana dan ketersediaan di daerah masing masing, setidaknya bahan yang digunakan mampu bertahan 5 sampai 10 tahun.
  • Lantai kandang, tidak boleh licin agar ternak tidak terpelesat. bahan lantai bisa dari beton, papan kayu, atau tanah yang dipadatkan dengan dilapisi jerami kering agar urin mudah terserap. Lantai dibuat miring 2 - 5 %, kemiringan laantai tidak boleh terlalu miring. Jika lantai kandang terlalu miring menyebabkan sapi terpeleset dan cedera, selain itu beban bobot badan sapi akan tertumpu pada kaki belakang yang menyebabkan kuku dan kaki belakang bengkok. contoh kemiringan lantai kandang seperti gambar dibawah ini:




  • Atap Kandang terbuat dari bahan genteng, seng, rumbia, asbes dan lain-lain.Untuk daerah panas (dataran rendah) sebaiknya menggunakan bahan genting sebagai atap kandang. Kemiringan atap untuk bahan genting adalah 30 – 45 % , asbes atau seng sebesar 15 – 20 % dan rumbia atau alang-alang sebesar 25 – 30%, Ketinggian atap untuk dataran rendah 3,5 – 4,5 meter dan dataran tinggi 2,5 – 3,5 meter. Bentuk dan model atap kandang hendaknya menghasilkan sirkulasi udara yang baik di dalam kandang, sehingga kondisi lingkungan dalam kandang memberikan kenyamanan ternak. Berdasarkan bentuk atap kandang, beberapa model atap yaitu atap monitor, semi monitor, gable dan shade. Model atap untuk daerah dataran tinggi hendaknya menggunakan shade atau gable, sedangkan untuk dataran rendah adalah monitor atau semi monitor. Contoh Model atap kandang seperti gambar dibawah ini:



  • Dinding kandang, bisa terbuat dari papan kayu, beton ataupun bambu. pada daerah dataran tinggi yang cukup dingin dinding dibuat paling tidak setinggi sapi ketika berdiri dan lebih rapat, sedangkan pada daerah dataran rendah yang cukup panas bisa tanpa dinding tetapi cukup pagar pembatas agar sapi tidak keluar kandang.
  • Lorong kandang, pada kandang dua baris lorong kandang merupakan sekat/ antara baris satu dengan lainnya, lorong kandang ini di buat agak lebar (1 -2meter) agar memudahkan mengangkut pakan untuk kandang kepala saling berhadapan (head to head) dan memudahkan pembersihan untuk kandang yang saling membelakangi (tail to tail). Gambar Lorong kandang seperti di bawah ini:


3. Perlengkapan Kandang
Beberapa perlengkapan kandang untuk sapi potong meliiputi : palungan yaitu tempat pakan, tempat minum, saluran darinase, tempat penampungan kotoran, gudang pakan dan peralatan kandang. Disaping itu harus dilengkapi dengan tempat penampungan air yang terletak diatas (tangki air) yang dihubungkan dengan pipa ke seluruh kandang.

  • Palungan merupakan tempat pakan dan tempat minum yang berada didepan ternak, terbuat dari kayu atau tembok dengan ukuran mengikuti lebar kandang. Sedangkan lebar palungan adalah 50cm, dan tinggi bagian luar 60 cm dan bagian dalam sebesar 40cm. Ukuran palungan untuk kandang kelompok adalah mengikuti panjang kandang, dengan proporsi tempat minum yang lebih kecil dari tempat pakan. Berikut contoh gambar tempat pakan.
  • Selokan merupakan saluran pembuangan kotoran dan air kencing yang berada dibelakang kandang ternak individu. Ukuran selokan kandang disesuaikan dengan kondisi kandang dan tujuan pemeliharaan. Ukuran selokan digunakan pada untuk  kandang individu, dengan ukuran lebar 30 – 40 cm dan dalam 5 – 10 cm.
  • Tempat penampungan kotoran atau bak penampungan yang terletak dibelakang kandang, ukuran dan bentuknya disesuikan dengan kondisi lahan dan tipe kandangnya. Pembuangan kotoran dari kandang kelompok dilakukan setiap 3-4 bulan sekali sesuai dengan kebutuhan, berupa bak penampungan limbah padat berupa feces dan berfungsi untuk proses pengeringan dan pembusukan feses menjadi kompos. Untuk limbah cair seperti air kencing dan air sisa pencucian kandang yang bercampur kotoran dapat langsung masuk digester biogas, jika tidak masuk ke digester biogas dapat berupa kolam yang tentunya letaknya lebih rendah daripada kandang.
4. Peralatan Kandang
Beberapa peralatan yang banyak digunakan untuk kandang sapi potong meliputi : sekop untuk membersihkan kotoran, sapu lidi, sikat, tali sapi dan kereta dorong (gerobak).

5. Ukuran Kandang
Untuk kandang individu umumnya berukuran 1,5m dan pandang 2,5 meter. akan tetapi ukuran ini tidaklah baku menyesuaikan besar kecilnya sapi dan status fisiologisnya. Untuk penggemukan sapi timor (sapi bali yang ada di NTT) ukuran kandang bahkan bisa hanya 75 cm, dimana pergerakan sapi dibatasi.

Untuk lebih lengkap file tersebut dapat download di link berikut :
Merancang Kandang Sapi Potong

Kamis, 17 Oktober 2013

Recording Usaha Peternakan

Recording adalah suatu usaha yang dikerjakan oleh peternak untuk mencatat gagal atau berhasilnya suatu usaha peternakan. Di bidang usaha peternakan program ini diterapkan hampir pada semua sektor usaha ternak mulai ternak unggas (layer, broiler, penetasan), ternak potong (sapi perah, sapi potong, kambing dan domba), dan aneka ternak seperti kelinci dan lainnya. Mengingat manfaat dan pentingnya program ini maka masalah ini perlu diangkat  walaupun sudah banyak tulisan yang serupa dengan harapan artikel ini menjadi bahan pelengkap dari artikel yang sudah ada.
Banyak faktor yang menentukan keberhasilan usaha peternakan. Faktor tersebut kalau dikelompokkan akan mengerucut menjadi tiga faktor utama yaitu faktor pakan, bibit dan manajemen pemeliharaan (lingkungan). Faktor bibit, pakan, dan manajemen pemeliharaan, semuanya saling terkait mendukung keberhasilan usaha sehingga tidak bisa mengabaikan salah satunya. Dan cukup menjadi salah satu cermin manajemen yang baik adalah adanya catatan produksi baik catatan produksi harian atau bulanan yang tertib.
Apa saja yang perlu pencatatan? Dalam usaha peternakan banyak sekali komponen recording yang harusnya mendapat perhatian antara lain : jumlah populasi, jumlah pemberian pakan, jumlah produksi harian yang dihasilkan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, tingkat kematian (mortalitas) ternak yang dipelihara, penyakit yang menyerang, riwayat kesehatan (medical record), obat yang dibutuhkan, vaksinasi yang dibutuhkan dan masih banyak lainnya. Intinya semakin banyak pencatatan yang dilakukan akan semakin baik manajemen usaha yang di jalankan. Perlu diperhatikan juga bahwa recording yang dilakukan juga harus mudah dipahami oleh penggunanya
Kegunaan recording :
1. Mengetahui jumlah populasi akhir. Ini perlu karena bagaimanapun letak keuntungan ditentukan oleh jumlah populasi akhir. Dengan diketahuinya populasi akhir kita juga akan mengetahui jumlah ternak yang mati, hilang, dan sebagainya selama masa pemeliharaan
2. Untuk bahan pertimbangan dalam penilaian tata laksana yang sedang dilaksanakan. Seperti tingkat pertambahan berat badan (PBB), Feed Consumtion Rate (FCR), jumlah produksi, kesehatan ternak
3. Sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan sehari-hari
4. Sebagai langkah awal dalam menyusun rencana jangka panjang
5. Bagi pemerintah berguna untuk penyusunan kebijakan dalam bidang peternakan seperti apakah diperlukan import untuk pemenuhan kebutuhan sehingga produksi tetap seimbang
6. Mempermudah peternak melakukan evaluasi, mengontrol dan memprediksi tingkat keberhasilan usaha
7. Bagi perguruan tinggi data recording bisa sebagai bahan penelitian

Di negara berkembang recording belum banyak di lakukan karena beberapa hal :
1. Rendahnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh peternak
2. Kurangnya perhatian peternak terhadap sistem recording
3. Sedikitnya jumlah ternak yang dimiliki oleh peternak
4. Belum menjalankan program pemuliaan ternak
            Recording yang baik adalah recording yang data-datanya dapat dipertanggung jawabkan dan dapat dipercaya serta selalu aktual tiap hari. Recording akan mempermudah membuat keputusan yang tepat untuk program selanjutnya. Nah, sudah waktunya kita sedikit professional dalam mengelola usaha kita.
Banyak cara dan bentuk pencatatan yang sangat bervariasi ber-dasarkan kebutuhan dan selera peternak sendiri. Begitu beraneka ragamnya pencatatan dari yang sulit sampai dengan yang paling sederhana, tetapi kesemuanya itu yang penting adalah bentuk yang sederhana, tetapi jelas bentuk mana yang dapat memenuhi kebutuhan yang pokok dan mudah dimengerti baik oleh peternak, petugas maupun pendatang/tamu serta mudah dilaksanakan.
"Catat yang anda rencanakan, Lakukan apa yang sudah anda catat, dan Catat kembali apa yang sudah anda lakukan"


Kamis, 18 Juli 2013

Jenis - Jenis Sapi Potong di Indonesia

Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :
1. Sapi Bali
Cirinya berwarna merah bata (pedet dan betina dewasa) sedangkan jantan yang sudah dewasa kelamin akan berubah warna menjadi hitam dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru. Lihat juga posting Sapi Bali

2. Sapi Ongole
Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.

3. Sapi Brahman
Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

4. Sapi Madura
Sapi madura tidak jauh berbeda dengan sa[i bali hanya saja pada bagian lutut kebawah dan pantat tidak berwarna putih, ukurannya sedikit lebih kecil daripada sapi bali. selain itu juga berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.

5. Sapi Limousin
Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik

6. Sapi Simmental
merupakan tipe sapi perah dan pedaging, warna bulu coklat kemerahan (merah bata), dibagian muka dan lutut kebawah serta ujung ekor ber warna putih.

Berdasarkan riset, sapi potong di indonesia yang biasa diternakkan adalah peranakan ongole dan simmental. Peranakan ongole (sapi PO) dipilih karena daya adaptasi tinggi, tahan terhadap caplak, namun produksi daging tidak sebegitu tinggi daripada simmental. Sapi ini sebenarnya tipe pekerja, namun di indonesia memang sapi inilah pilihan yang banyak. Sedangkan simmental digunakan karena dagingnya yang lebih tinggi (biasanya sih 600-800 kg). Kelemahannya, karena merupakan sapi luar yang disilangkan dengan sapi lokal, adaptasi memang tidak sebagus seperti sapi lokal lainnya. Juga masalah pakan harus diperhatikan.

Selasa, 16 Juli 2013

Membuat Jerami Fermentasi


Sebelum jerami padi sebagai limbah pertanian di manfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia (misalnya sapi) sebaiknya jerami tersebut di olah terlebih dahulu untuk meningkatkan kualitasnnya, mengingat kandungan serat kasar dan ikatan lignin yang cukup tinggi. Pengolahan secara kimiawi dengan memanfaatkan urea  dapat dilihat di Amoniasi Jerami.

Berikut langkah – langkah penglolahan jerami secara biologi yaitu dengan memanfaatkan probiotik sebagai starter fermentasi:
·       Persiapkan bahan dan alat-alat : probiotik, urea, ember plastik, timbangan, masker penutup mulut dan hidung
·       Membuat campuran urea dan probiotik sesuai kebutuhan jerami yang akan difermentasi (misal : BIOFAD 1-1,5 kg + UREA 2-4 kg untuk 1 ton jerami )
·      Membuat hamparan dengan ketebalan ± 25 cm dari jerami berkadar air ± 50% (dipanen musim kemarau atau jerami padi musim penghujan yang telah dijemur sehari) atau bisa juga menggunakan jerami kering kemudian dikocor dengan air secukupnya. Selanjutnya hamparan jerami dipadatkan dengan cara menginjak-injak lalu ditaburi secara merata  dengan
campuran urea.-probiotik.
·    Membuat hamparan jerami yang kedua di atas hamparan pertama dengan ketebalan sama ± 25 cm, lalu dipadatkan dengan cara menginjak-injak, kemudian ditaburi dengan campuran urea-probiotik secara merata.
·  Demikian seterusnya, setelah semua jerami dihamparkan dan dipadatkan selanjutnya dilakukan penutupan tumpukan jerami dengan menggunakan terpal plastik.
·      Selanjutnya bersihkan semua peralatan yang telah selesai digunakan dan disimpan pada tempatnya.

Jerami yang telah diolah setelah 3 minggu (21 hari) dapat dibuka dan dibongkar/diaduk-aduk, lalu diangin-anginkan. Jerami olahan telah siap digunakan sebagai pakan berkualitas untuk ternak sapi, atau disimpat digudang sebagai cadangan pakan.


Selasa, 18 Juni 2013

Sapi Bali

Mungkin sebagian petani ternak di indonesia jika mendengar kata sapi bali berasumsi sapi yang kecil, dan berkualitas kurang baik, asumsi ini yang perlu diluruskan bahwa sapi bali berkualitas jelek tidaklah benar. Justru sapi bali adalah kekayaan indonesia yang patut kita banggakan dan lindungi. Walaupun postur tubuh sapi bali tidak sebesar sapi sapi dari eropa bukan berarti kualitas sapi bali kalah dari sapi eropa. Mari kita lihat dan kenali sapi bali sebagai sapi asli indonesia dengan segala kelebihannya.

Sapi Bali (Bos Sondaicus) telah mengalami proses domestikasi banteng yang terjadi sebelum 3.500 SM di wilayah pulau jawa atau bali dan lombok, hal ini diperkuat bahwa sampai sekarang masih dijupai banteng yang hidup liar di beberapa lokasi di jawa seperti di ujung kulon. Pulau bali merupakan pusat gen sapi Bali. Sapi Bali dikenal juga dengan Balinesse Cow kadang kadang disebut juga Bibos javanicus

Ciri - ciri sapi bali :
  • Warna bulunya pada badannya akan berubah sesuai usia dan jenis kelaminnya, sehingga termasuk hewan dimoprhism-sex. Pada saat masih “pedet”, bulu badannya berwarna sawo matang sampai kemerahan, setelah dewasa Sapi Bali jantan berwarna lebih gelap bila dibandingkan dengan sapi Bali betina. Warna bulu sapi Bali jantan biasanya berubah dari merah bata menjadi coklat tua atau hitam setelah sapi itu mencapai dewasa kelamin sejak umur 1,5 tahun dan menjadi hitam mulus pada umur 3 tahun. Warna hitam dapat berubah menjadi coklat tua atau merah bata apabila sapi itu dikebiri, yang disebabkan pengaruh hormon testosterone
  • Kaki di bawah persendian karpal dan tarsal berwarna putih. Kulit berwarna putih juga ditemukan pada bagian pantatnya dan pada paha bagian dalam kulit berwarna putih tersebut berbentuk oval (white mirror). Warna bulu putih juga dijumpai pada bibir atas/bawah, ujung ekor dan tepi daun telinga. Kadang-kadang bulu putih terdapat di antara bulu yang coklat (merupakan bintik-bintik putih) yang merupakan kekecualian atau penyimpangan ditemukan sekitar kurang dari 1% . Bulu sapi Bali dapat dikatakan bagus (halus) pendek-pendek dan mengkilap.
  • Ukuran badan berukuran sedang dan bentuk badan memanjang.
  • Kepala agak pendek dengan dahi datar.
  • Badan padat dengan dada yang dalam.
  • Tidak berpunuk dan seolah tidak bergelambir
  • Kakinya ramping, agak pendek menyerupai kaki kerbau.
  • Pada punggungnya selalu ditemukan bulu hitam membentuk garis (garis belut) memanjang dari gumba hingga pangkal ekor.
  • Cermin hidung, kuku dan bulu ujung ekornya berwarna hitam
  • Tanduk pada sapi jantan tumbuh agak ke bagian luar kepala, sebaliknya untuk jenis sapi betina tumbuh ke bagian dalam.
Berikut gambar sapi bali jantan dewasa



Berikut gambar sapi bali betina dewasa



Seperti kita tahu bahwa ukuran sapi bali tidak sebesar sapi dari eropa, akan tetapi banyak keunggaulan yang dimiliki sapi bali antara lain:
  1. Tahan terhadap panas. Sapi bali memiliki heat tolerance yang paling baik dibandingkan sapi dari eropa maupun sapi tropis yang lain. Hal ini tentunya baik untuk dipelihara/dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis, dimana suhu cukup tinggi.
  2. Kemampuan adaptasi dengan pakan yang berkualitas rendah sehingga sapi bali cocok dibudidayakan di daerah dengan lahan kritis sekalipun. atau didaerah dengan curah hujan yang rendah dimana sulit mendapatkan pakan dengan kualitas yang baik.
  3. Fertilitas/ kesuburan yang tinggi, dibandingkan dengan sapi eropa dan sapi tropis lain seperti PO, fertilitas sapi bali lebih baik yaitu diatas 80%, sedangkan sapi eropa sekitar 50% s.d 70%, dan sapi Po sekitar 35% s.d 60%, artinya setiap terjadi perkawinan kemungkinan terjadi kebuntingan sekitar 80%
  4. Jarang terjadi kasus distocia atau kesulitan melahirkan.
  5. Prosentase karkas tinggi yaitu dapat mencapai 56%, hanya sedikit dibawah sapi eropa yang dapat mencapi 58%
  6. Kandungan lemak karkas rendah, seperti kita tahu bahwa yang dicari adalah daging bukan lemak, jadi jika perlemakannya rendah akan sangat menguntungkan.


Akan tetapi sapi bali juga memiliki kelemahan antara lain:
  1. Dapat terserang penyakit jembrana (sapi bali yang ada di Bali) yang menular dengan perantara lalat, akan tetapi untuk sapi bali yang ada di pulau timor (sapi timor) lebih tahan terhadap penyakit ini.
  2. Rentan terhadap Malignant Catarrhal Fever, jika berdekatan dengan Domba, karena domba menjadi perantara penyakit yang disebabkan oleh virus ini
Dari uraian diatas jelaslah bahwa sapi bali adalah sapi unggul yang cocok untuk dibubdidayakan di Indoneia dan kelemahan yang ada dapat diatasi dengan manajemen pemeliharaan yang baik.


Rabu, 12 Juni 2013

Jerami Sebagai Pakan Kambing

Mungkin terdengar aneh ketika kita mendengar kambing di beri pakan jerami, pada umumnya jerami padi banyak diberikan pada sapi. Pada dasarnya ternak kambing memiliki saluran pencernaan yang sama dengan sapi keduanya sama sama ternak ruminansia (lihat Mengapa Sapi Tidak Makan Sate??!). Kesulitan memerikan jerami pada ternak kambing karena jerami memiliki kandungan serat kasar yang cukup tinggi, sehingga kambing cenderung memilih pakan yang mempunyai kandungan serat kasar lebih rendah dan berkualitas baik.
Kesulitan tersebut hanyalah masalah kebiasaan saja, dimana kambing tidak terbiasa dengan jerami padi sebagai makanan utama. Untuk dapat membiasakan kambing makan jerami dapat dilakukan dengan cara sederhana. Pada awalnya  ternak kambing harus dipuasakan terlebih dahulu dari makanan lain selama seminggu, artinya kambing hanya diberi pakan jerami saja dan tentunya air minum tidak boleh kurang.  Pada saat pemberian jerami dapat diperciki air garam atau dengan penambahan molases, selain menambah nutrusi bagi ternak molase juga memiliki aroma yang disukai ternak. Setelah kambing mulai terbiasa dengan jerami padi baru ditambah dengan pakan lain yang memiliki kualitas lebih baik agar kebutuhan nutrisinya tercukupi. Seperti kita ketahui bahwa kualitas jerami sebagai pakan ternak rendah sehingga jika ternak hanya diberi pakan jerami padi saja kebutuhan nutrisinya tidak akan terpenuhi.
Walaupun kualitas jerami sebagai pakan rendah akan tetapi ketersediaannya cukup banyak sehingga dapat dijadikan pakan alternatif yang murah untuk ternak ruminansia seperti kambing dan sapi. Rendahnya kualitas jerami dapat kita tingkatkan baik dengan amoniasi maupun fermentasi, sehingga jerami lebih mudah dicerna oleh ternak.
Pembiasaan pemberian pakan seperti diatas tidak hanya untuk jerami padi, akan tetapi dapat juga untuk membiasakan ternak dengan bahan pakan lain.
Selamat Mencoba.....

Selasa, 14 Mei 2013

Menentukan Waktu Perkawinan Sapi


Jarak kelahiran sapi di peternak indonesia rata – rata 18 bulan bahkan sampai 2 tahun, jarak yang cukup lama ini mengakibatkan peningkatan populasi sapi cenderung lambat. Salah satu penyebab lamanya interval kelahiran ini karena kurang terampilnya peternak menentukan waktu perkawinan karena ketidak tahuan bahwa sapinya birahi, atau terlambat mengawinkan setelah birahi berakhir, atau malah terlalu dini. Untuk itulah pentinganya mengetahui siklus estrerus dan ciri – cirinya.

SIKLUS BIRAHI
Pada kebanyakan vertebrata (termasuk sapi) dengan pengecualian primata, kemauan menerima hewan-hewan jantan terbatas selama masa yang disebut estrus atau berahi. Selama estrus, hewan-hewan betina secara fisiologis dan psikologis dipersiapkan untuk menerima hewan-hewan jantan, dan perubahan-perubahan struktural terjadi di dalam organ assesori seks betina. Hewan-hewan monoestrus menyelesaikan satu siklus estrus setiap tahun, sedangkan hewan-hewan poliestrus menyelesaikan dua atau lebih siklus estrus setiap tahun apabila tidak diganggu dengan kehamilan. Siklus estrus adalah siklus reproduksi yang berlangsung pada hewan non primata betina dewasa seksual yang tidak hamil. Pada sapi siklus estrus terdiri atas beberapa fase utama adalah fase diestrus, fase proestrus, fase estrus, dan fase metestrus. 1.Fase diestrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel berinti dalam jumlah yang sangat sedikit dan leukosit dalam jumlah yang sangat banyak. Lamanya fase ini kurang lebih 55 jam (Billet dan Wild, 1975) 2.Fase proestrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel berinti berbentuk bulat, leukosit tidak ada atau sangat sedikit. Lamanya fase ini kurang lebih 18 jam (Billet dan Wild, 1975) 3.Fase estrus, adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel menanduk yang sangat banyak, dan beberapa sel epitel dengan inti yang berdegenerasi. Lamanya fase ini kurang lebih 25 jam (Billet dan Wild, 1975). 4.Fase metestrus adalah fase yang ditandai dengan adanya sel-sel epitel menanduk dan leukosit yang banyak. Lamanya fase ini kurang lebih 8 jam (Billet dan Wild, 1975). Pada saat sapi berada pada fase diestrus, maka pada saat itu sapi-sapi tersebut tidak aktif secara seksual. Semua hewan mamalia betina kecuali primata tingkat tinggi, kopulasi hanya dimungkinkan berlangsung pada periode tertentu di dalam setiap siklus estrusnya. Periode dimana secara psikologis dan fisiologis sapi betina bersedia menerima pejantan dinamakan berahi atau estrus. Ketika berahi, seekor betina berada pada status psikologis yang berbeda secara jelas dibandingkan dengan sisa periode di luar berahi di dalam siklus. Pejantan biasanya tidak menunjukkan perhatian seksual pada betina di luar masa berahi, dan bila pejantan akan mengawini betina, maka sapi betina akan menolak. Banyak hewan ketika berahi menjadi sangat aktif. Babi dan sapi pada saat berahi berjalan empat atau lima kali lebih banyak dibandingkan dengan sisa masa siklusnya. Aktivitas yang tinggi ini disebabkan oleh esterogen. Tikus yang berada di dalam kandang berlari secara spontan jauh lebih banyak ketika berahi dibandingkan selama diestrus (Nalbandov, 1990). Sikluis estrus berhubungan erat dengan perubahan organ-organ reproduksi yang berlangsung pada hewan betina. Banyak hewan ketika berahi menjadi sangat aktif. Babi dan sapi pada saat berahi berjalan empat atau lima kali lebih banyak dibandingkan dengan sisa masa siklusnya. Aktivitas yang tinggi ini disebabkan oleh esterogen. Tikus yang berada di dalam kandang berlari secara spontan jauh lebih banyak ketika berahi dibandingkan selama diestrus (Nalbandov, 1990). Sikluis estrus berhubungan erat dengan perubahan organ-organ reproduksi yang berlangsung pada hewan betina.
DETEKSI BIRAHI
Seekor sapi betina akan menunjukan tanda – tanda birahi jika sudah dewasa kelamin, biasanya pada umur 8 – 11 bulan sapi betina akan menujukan tanda – tanda birahi untuk pertama kalinya. Akan tetapi perkembangan tubuh lebih berpengaruh daripada umur, pada sapi potong biasanya setelah bobot tubuhnya mencapai 45 – 55 %, dari bobot badan dewasa akan menunjukan tandan birahi yang berarti sudah dewasa kelamin. Pada saat birahi ini seekor betina akan mau menerima pejantan untuk melakukan perkawinan. Deteksi birahi sangat penting dilakukan agar produksi pedet dapat optimal, yaitu jarak kelahiran anak 12 bulan. Deteksi birahi sebaiknya dilakukan tiga kali sehari, yaitu pada pagi hari ketika sapi masih santai, pada siang hari ketika sapi beristirahat setelah makan, dan pada sore hari. Disesuaikan waktu siklus birahinya. Pada saat estrus seekor sapi akan menunjukan perubahan baik tingkah laku maupun fisik (terutama pada organ reproduksinya. Pada fase proestrus sapi mulai sedikit gelisah dan melenguh, gejala birahi mulai nampak namun masih menolak pejantan untuk kopulasi, servik mulai rileks, dan lumen servik mulai memproduksi lendir. Pada fase estrus sapi gelisah, nafsu makan berkurang bahkan hilang, mau menerima pejantan untuk kopulasi, keluar lendir bening yang banyak pada serviks dan mengalir melalui vagina, vagina dan vulva bengkak, kemerahan dan hangat, menaiki temannya dan bila ada pejantan menaiki akan diam saja. Pada fase metestrus gejala dari luar tidak tampak nyata, masih ada sisa – sisa gejala estrus, menolak pejantan, serviks menutup dan sekresi serviks mengental. Pada fase diestrus tidak ada aktivitas alat kelamin dan sapi menjadi tenang.Berikut tanda - tanda sapi birahi Saling menaiki bila ditekan pada lumbai terlihat rileks Keluar lendir bening/ transparan Selaput mukosa vagina merah Vulva bengkak
MENGAWINKAN SAPI
Setelah deteksi birahi dilakukan dan seekor sapi terdeteksi mulai birahi langkah selanjutnya adalah menentukan waktu yang tepat untuk mengawinkan sapi tersebut. Perkawinan dilakukan sebaikya dilakukan 12 jam setelah seekor betina terdeteksi birahi, diharapkan pada saat itu ovulasi sudah terjadi sehingga pertemuan sel jantan dan sel telur dapat terjadi. Bila perkawinan dilakukan terlalu dini dikhawatirkan ovulasi terjadi ketika sel sperma sudah mati, atau sebaliknya jika terlambat mengawinkan dikhawatirkan sel telur sudah mati. Jika pada padi hari seekor pejantan tereteksi birahi sebaiknya pada sore hari itu juga sapi dikawinkan, jika menunggu sampai esok hari maka sudah terlambat. Jika seekor sapi terdeteksi birah pada sor hari maka esok paginya sebelum jam 12 harus dikawinkan jika menunggu sampe sore harinya maka akan terlambat. Perkawinan dapat dilakukan secara alami maupun dengan inseminasi buatan. Secara alami perkawinan menggunakan pejantan langsung, dengan cara ini secara tidak langsung seekor pejantan akan ikut mendeteksi apakah betina tersebut birahi, karena betina yang birahi akan mengeluarkan aroma khas yang akan menarik pejantan untuk melakukan perkawinan. Deteksi birahi oleh pejantan ini dapat dimafanfaat untuk mendeteksi kejadian birahi tenang pada sapi. Pada inseminasi buatan perkawinan dilakukan menggunakan sperma yang diproduksi balai inseminasi buatan. Kenunggulan inseminasi buatan adalah pejantan yang digunakan berkualitas baik dan sudah teruji.
Kritik, saran dan komentar anda sangat saya butuhkan demi perbaikan dimasa mendatang.

Minggu, 28 April 2013

membuat spoiler


Spoiler adalah sebuah fitur dalam blog   fungsi utamanya adalah menyembunyikan teks, kode, kalimat atau gambar. Fungsi nya mirip dengan text area yaitu menghemat halaman posting agar tidak terlalu memanjang ke bawah. Saya yakin sobat sudah sering melihat di forum-forum bentuk sebuah spoiler, yaitu jika kita mengklik misalnya "show" atau "hide" atau "close" maka kita bisa melihat gambar / tulisan yang tersembunyi namun bisa dimunculkan.

Spoiler sering kali  dipasang pada sebuah halaman posting, namun ada juga yang memasukkan nya ke dalam sidebar atau footer untuk menyembunyikan widget tertentu. Pada tutorial ini kita akan ikuti cara membuat spoiler dengan isi tulisan dan spoiler dengan isi gambar di posting blogspot.

A. Membuat spoiler dengan isi teks



Klik Show Untuk Membuka Spoiler

Berikut kode spoiler di atas:

<div style="margin-bottom: 2px;">Klik Show Untuk Membuka Spoiler
<div style="margin-top: 5px; text-align: center;"><input value="Show" style="margin-top: 5px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"> </div>
<div style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"><div style="display: none;">Memasang spoiler di blog sangat mudah  Inilah kode untuk membuat spoiler dengan teks </div></div></div>

Keterangan;
  • Klik show untuk membuka bla bla bla bisa sobat ganti termasuk Show
  • Sedangkan kode berwarna biru adalah isi dari spoiler dengan teks. 

 B. Memasang spoiler dengan isi image atau gambar


    Spoiler : 
    Kode spoiler untuk isi gambar di atas;

    <div style="margin: 5px 20px 20px;"><div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;">
    <b>Spoiler</b> : <input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Close'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Open'; }" style="font-size: 11px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Open" /></div>
    <div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px; text-align: left;">
    <div style="display: none;">
    <img src="http://julak-project.googlecode.com/files/photos.png" border="0" alt="Post spoiler">
    </div>
    </div>
    </div> 
    Perhatikan cara memasang kode url gambar dengan teks warna biru. Ganti
    http://julak-project.googlecode.com/files/photos.png dengan alamat gambar sobat sendiri yang sudah dihost misalnya di link berikut google code.
    Bagaimana cara memasangnya di posting blog? Saat menulis artikel masuk ke menu  HTMLbukan compose (lihat kiri atas) kemudian masukkan kode-kode diatas.

    Maaf gan hanya repost,. sekedar berbagi pengetahuan dan trik.

    Entri yang Diunggulkan

    BANGSA BANGSA TERNAK BABI

                Pembangunan petrnakan merupakan bagia pembangunan nasional yang penting, karena salah satu tujuan pembangunan peternaka...